Dr. Harold Shipman Tewaskan Ratusan Pasiennya di 1999

Banyak surat kabar terkemuka yang mengumumkan betapa mengerikannya persidangan Dr. Harold Shipman pada Oktober 1999. Shipman adalah seorang dokter yang diam-diam sudah membunuh pasiennya dan menjadi salah satu pembunuh berantai paling produktif di dunia.

Ia tercatat sudah membunuh ratusan pasien (jumlah sudah pasti tidak bakal pernah diketahui) bersama opiat, tulis Michael H. Stone didalam bukunya yang kadang membahas tentang permaianan , The Anatomy of Evil. Opiat merupakan senyawa narkotika berasal dari turunan tanaman opium. Tabloid Inggris apalagi menjulukinya Dr. Death. Inilah kisah tentang kemunculan Dr. Death, sehabis bertahun-tahun kejahatannya tidak terdeteksi.

1. Latar belakang kehidupan Harold Shipman

Harold Shipman punyai latar belakang yang normal, khususnya jaman judi bola resmi kecilnya yang tampaknya tidak bermasalah. Dilansir Britannica, Shipman lahir pada 14 Januari 1946, di kota Nottingham, Inggris. Dia dilahirkan sebagai keluarga Inggris berasal dari kelas pekerja. Ayahnya adalah seorang sopir truk. Keluarganya amat religius, bersama kepercayaan Methodisme, sebuah denominasi Kristen Protestan yang terkenal di Inggris.

Shipman punyai kapabilitas akademis dan prestasi atletik. Mengutip The Independent, ia sukses di High Pavement Grammar School, sehabis lulus 11-Plus, merupakan seorang pemain dan atlet rugby ulung dan amat dekat bersama ibunya, Vera. Sayangnya, Shipman terhitung dikenal sebagai anak yang penyendiri di sekolah.

2. Harold Shipman kehilangan ibunya pas remaja

Shipman dikenal sebagai anak yang berbakti kepada ibunya, Vera. Sebelum ia beranjak dewasa, Vera didiagnosis menderita kanker paru-paru terminal.

Sepanjang perawatannya, Shipman memandang segera pengaruh paliatif berasal dari obat penghilang rasa sakit yang digunakan untuk meringankan penderitaan ibunya, khususnya morfin. Dikutip Biography, Vera meninggal di usia 43 tahun pada 21 Juni 1963. Shipman baru berusia 17 tahun pada pas itu.

3. Di usia yang amat muda, Harold Shipman merasa membangun rumah tangga

St. Mary’s University mengutarakan bahwa sehabis kematian ibunya, Harold Shipman memilih untuk masuk ke sekolah kedokteran. Meskipun murid yang cerdas, Shipman gagal didalam ujian masuk pertama dan berjuang keras untuk studi kedokteran di Leeds University sekitar dua tahun sehabis kematian ibunya.

Pada tahun pertamanya di sekolah kedokteran, Shipman bertemu dan menjalin interaksi bersama Primrose Oxtoby, putri petani setempat, layaknya yang dijelaskan didalam laman The Guardian. Mereka akhirnya menikah, di pas Shipman masih menjadi mahasiswa baru.

Ia punyai empat anak sehabis lulus berasal dari sekolah kedokteran. Sementara itu, Oxtoby menjadi seorang ibu rumah tangga yang penuh kasih sayang dan istri yang menopang karier suaminya di bidang kedokteran.

4. Harold Shipman kecanduan obat penghilang rasa sakit

Harold Shipman lulus berasal dari Leeds University pada tahun 1970 dan memulai kariernya di kota kecil Pontefract di West Yorkshire, Inggris. Mimpinya menjadi seorang dokter terwujud pada tahun 1974. Ia berhimpun bersama praktek medis di Todmorden, sebuah kota di Calder Valley, West Yorkshire.

Dilansir Irish Times, Shipman pernah dihukum pada tahun 1975 sebab memalsukan resep untuk memenuhi ketergantungannya pada obat penghilang rasa sakit petidin, opioid sintetis layaknya morfin. Kecanduannya jadi memburuk supaya dokter berharap istrinya, Primrose, untuk mengawasinya.

Setelah itu Shipman mengundurkan diri berasal dari pusat medis Todmorden dan mesti ikuti program rehabilitasi narkoba, tapi pihak berwenang hanya memberinya peringatan dan denda. Sementara itu dia senantiasa punyai lisensi medisnya.

5. Harold Shipman merasa dicurigai sehabis menjadi dokter sepanjang 20 tahun

Harold Shipman mengambil alih posisi baru di pusat medis Donnybrook di Hyde, Greater Manchester, di mana dia bekerja sepanjang lebih berasal dari 20 tahun. Shipman adalah dokter pekerja keras, yang dipercaya pasien dan kawan kerjanya, kendati ia terkenal arogan di pada staf juniornya.

Di sinilah Shipman menyamar sebagai dokter yang secara diam-diam membunuh banyak pasien rentan, khususnya perempuan tua. Dengan kedok mengurangi rasa sakit, ia beri tambahan dosis diamorfin yang mematikan, yang membunuh pasiennya didalam hitungan menit. Sementara untuk menutupi jejaknya, Shipman menulis kematian mereka akibat situasi kebugaran yang buruk tentang faktor usia.

Pada tahun 1985, beberapa rekannya sangsi tentang kesamaan kematian pasien Shipman lainnya. Penyelidikan rahasia pun dilakukan, tapi Shipman terbebas berasal dari kecurigaan, sebab catatannya tidak tersedia yang salah. Faktanya, Shipman sudah mengubah banyak dokumennya supaya tidak terdeteksi.

6. Kejahatan Harold Shipman terungkap

Pada tahun 1998, Harold Shipman gunakan dosis morfin yang mematikan untuk membunuh seorang perempuan sehat berusia 81 tahun bernama Kathleen Grundy, yang menjadi korban terakhir Shipman. Mengutip laman The Guardian, Shipman diketahui melacak keuntungan berasal dari para pasiennya.

Grundy adalah mantan walikota Hyde, Inggris dan merupakan sosok perempuan kaya raya. Dia meninggal secara mengejutkan. Putrinya, Angela Woodruff, masih tidak yakin jika ibunya meninggal kendati Shipman memintanya untuk tidak jalankan autopsi.

Namun, Woodruff akhirnya melapor ke polisi pas tahu semua kekayaan ibunya senilai ratusan ribu pound Inggris sudah diwariskan kepada Shipman. Aksi ini terungkap saat ia ketahuan memalsukan surat wasiat.

Polisi menemukan bahwa surat itu dibikin pada mesin tik Brother yang sudah tua. Sidik jari Shipman pun ditemukan di dokumen dan juga surat lain yang di terima oleh pengacara.

7. Harold Shipman didakwa dan menjadi tersangka berasal dari banyaknya pembunuhan

Setelah pemalsuan wasiat Grundy terungkap, jasad perempuan itu akhirnya disita ulang untuk diautopsi. Ditemukanlah diamorfin tingkat tinggi di didalam tubuhnya. Shipman didakwa tentang pembunuhan dan pemalsuan surat wasiat.

Pihak berwenang merasa menyelidiki kematian pasien Shipman lainnya. Dalam beberapa bulan, semuanya menjadi jelas. Shipman akhirnya didakwa bersama pembunuhan 15 perempuan. Beberapa di antaranya sudah dikremasi atas perintahnya. Dilansir laman Biography, ini merupakan langkah lain dokter selanjutnya supaya kejahatannya tidak ketahuan.

8. Ada pengakuan bahwa Shipman bisa saja membunuh 250 pasiennya

Persidangan Harold Shipman di awali pada Oktober 1999 dan berakhir pada Januari 2000. Mengutip laman The Guardian, hakim butuh 33 jam dan 55 menit untuk memvonis bahwa dokter itu bersalah berasal dari 15 tuduhan pembunuhan dan penempaan wasiat Kathleen Grundy. Ia pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, tanpa bisa saja pembebasan bersyarat.

Laman Biography melaporkan bahwa Shipman muncul angkuh di pengadilan dan mengupayakan menutupi kejahatannya bersama banyaknya info palsu. Ia terhitung menimbun diamorfin di rumahnya sehabis polisi jalankan penggerebekan.

Meskipun didakwa bersama hanya 15 pembunuhan, penyelidikan Shipman  selanjutnya memperkirakan bahwa ia bisa saja sudah membunuh lebih berasal dari 218 pasiennya. Sementara perkiraan seterusnya mengutarakan bahwa jumlahnya mendekati 250 orang. Korban termuda diperkirakan baru berusia 4 tahun.

9. Kesetiaan istri Harold Shipman yang senantiasa menopang suaminya

Selain Harold Shipman yang menjadi salah satu pembunuh berantai paling perhitungan dan berbahaya di dunia, media terhitung tertarik bersama sang istri, Primrose. Perilakunya diakui amat aneh sepanjang persidangan.

Primrose senantiasa menghadiri persidangan suaminya, dan senantiasa jalankan kunjungan mingguan ke Penjara Wakefield. Beberapa laporan memperlihatkan bahwa pasangan itu muncul berpegangan tangan, berciuman, dan seolah tidak hiraukan bersama apa yang terjadi.

Primrose membingungkan kerabat korban suaminya bersama mencoba berbaur dan basa-basi pas istirahat di persidangan. Perilakunya mencerminkan penolakan patologis atas kejahatan suaminya dan seolah suaminya tidak bersalah.

10. Harold Shipman sudah merencanakan bunuh diri supaya istrinya memperoleh dana pensiunan

Harold Shipman ditemukan gantung diri di selnya di penjara Wakefield, West Yorkshire pada pukul 6.20 pagi pada 13 Januari 2004. Itu adalah malam ulang tahunnya yang ke-58 tahun.

Dalam laporan terpisah, The Independent mengutarakan bahwa Shipman sudah menyesuaikan bunuh diri selanjutnya supaya istrinya dapat mencairkan dana pensiun sebesar 100 ribu poundsterling atau sekitar Rp1,9 miliar. Menurut catatan rahasia penjara, duwit itu ditambah bersama 10 ribu poundsterling atau sekitar Rp198 juta setahun sesudahnya.

11. Harold Shipman kecanduan membunuh pasiennya

Kematian Harold Shipman meninggalkan rasa sakit dan pertanyaan besar bagi keluarga korban, sebab mereka tidak bakal pernah tahu penjelasan lengkap tentang motif yang mendorongnya untuk membunuh banyak orang-orang rentan yang sudah mempercayakan diri mereka kepadanya.

Anggota penuntut, komentator, dan kriminolog punyai teori mengapa Shipman membunuh lebih berasal dari 200 orang. Mereka berpendapat bahwa ia dambakan membalas kematian ibunya. Ada terhitung yang berpendapat bahwa ia menyuntik perempuan tua bersama morfin sebagai langkah untuk memperlihatkan bahwa dia dapat mengambil alih nyawa orang lain dan juga menyelamatkannya.

Dalam anggapan kriminalitas Shipman, ia diakui sebagai pembunuh berantai “necrophiliac”. Kepada The Irish Times, Dame Janet Smith, yang memimpin penyelidikan masalah ini mengutarakan bahwa Shipman kecanduan untuk mengakhiri hidup pasiennya.

Kasus Shipman menjadi ujian bagi kalangan dokter dan tenaga medis. Gara-gara yang dilakukannya, kepercayaan masyarakat pada mereka menurun. Padahal ini merupakan masalah langka supaya kita tidak dapat menyalahkan satu profesi atas tindakan satu orang.

Related Post