Film Deddy Mizwar Terbaik, Ceritanya Bukan Hanya Menghibur Tapi Punya Pesan Moral!

Daftar Film Deddy Mizwar

Deddy Mizwar juga merupakan tidak benar satu aktor senior yang banyak dikagumi dan disegani oleh para teman sejawat maupun para pendatang baru.

Berbagai genre film dan seri telah dibintanginya, baik komedi, romance maupun religi. Belum lama ini, Deddy Mizwar memainkan film Naga Naga Naga yang merupakan kelanjutan berasal dari Naga Bonar Jadi 2.

Berikut wejangan film paling baik Deddy Mizwar, pada lain :

1. Sejuta Sayang Untuknya (2020)

Selain dua judul di atas, Sejuta Sayang Untuknya juga merupakan film Deddy Mizwar yang bertemakan berkenaan ayah.

Sosoknya yang bijaksana, membuatnya beroleh banyak peran sebagai ayah.

Di film Sejuta Sayang Untuknya, Deddy Mizwar berperan spaceman sebagai Aktor Sagala yang bekerja keras demi membahagiakan putri satu-satunya, yang bernama Gina (Syifa Hadju).

Bagi Gina yang utama adalah menghentikan penderitaan Papanya. Kenapa? Karena mereka, bapak dan anak yang saling mencintai.

Berikut cuplikan dialog di film Sejuta Sayang Untuknya, yaitu :

Kata Aktor, “Gina… kau berlangsung dua langkah saja, saya telah rindu”. Dan kata Gina “Izinkan Gina menghentikan episode-episode kehidupan Papa yang penuh penderitaan”.

Sebagai seorang single parent, Aktor dituntut sebagai pencari nafkah, mengurus beragam kepentingan tempat tinggal tangga dan hal paling penting, ia bertekad bahwa Gina mesti tumbuh bersama dengan baik dan berpendidikan tinggi.

Aktor adalah sosok bapak yang selalu bersikap hangat kepada Gina. Sosok pelindung dan pengayom.

Ia tak pernah mencoba untuk menutupi kenyataan hidup yang dihadapinya sebagai figuran didalam tiap memproses film.

Banyak peran yang dimainkan oleh Aktor Sagala, namun peran yang paling disukai adalah peran menjadi Papa Gina.

Gina, tumbuh sebagaimana biasanya remaja usia SMA. Gaul dan punya prestasi bagus di sekolahnya.

Diantara kehangatan cinta mereka, ada Wisnu (Umay Shahab) teman satu sekolah Gina yang mampir bersama dengan cinta pula.

Mereka berkata cinta, namun tak satupun terucap kata cinta. Bagi mereka cinta mesti berupa nyata, bukan cuman kata-kata.

Film ini mengakibatkan Deddy Mizwar masuk didalam nominasi Piala Maya, Festival Film Bandung, Festival Film Indonesia, dan Indonesian Movie Actors Award.

2. Ketika (2005)

Ketika merupakan sebuah film Indonesia tahun 2005 yang dibintangi oleh Deddy Mizwar, Lydia Kandou, Senandung Nacita, dan Dewi Yull. Skenarionya ditulis oleh Musfar Yasin.

Film ini bercerita berkenaan sebuah negeri di mana hukum terlampau ditegakkan, banyak konglomerat bunuh diri.

Tajir (Deddy Mizwar), konglomerat juga, urung bunuh diri, dikarenakan ingat istri dan anaknya, Mutiara (Senandung Nacita).

Kebangkrutan usahanya menciptakan segala hartanya disita, dan jatuh miskin. Tajir lalu dijadikan sopir bajaj, waktu istrinya membuka warung.

Film Deddy Mizwar yang berjudul Ketika ini, masuk didalam seleksi Festival Film Indonesia 2005 bersama dengan bersama dengan enam film yang lain dan diunggulkan didalam empat kategori.

Salah satunya adalah kategori aktor paling baik (Deddy Mizwar), namun hanya berhasil raih penghargaan Skenario Terbaik (Musfar Yasin).

Deddy Mizwar dan Lydia Kandou sebetulnya pasangan yang klop didalam berakting sebagai lawan main agar sering kali disandingkan bermain bersama dengan sebagai pasangan.

Sebelum Film Ketika mereka pun pernah lebih dari satu kali bermain film bersama, yaitu film berjudul Insya Allah Sah, Kejar Daku Kau Kutangkap, dan lebih dari satu judul film lainnya.

3. Alangkah Lucunya Negeri Ini (2020)

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) merupakan film drama komedi satire Indonesia yang dirilis pada 15 April 2010 yang disutradarai oleh Deddy Mizwar.

Film ini dibintangi oleh Reza Rahadian, Tika Bravani, Asrul Dahlan, dan Deddy Mizwar.

Ceritanya mencoba mengangkat potret nyata yang tersedia didalam kehidupan bangsa Indonesia. Film ini juga dipenuhi bintang film Indonesia.

Tercatat tersedia 9 nama peraih Piala Citra yang berkolaborasi secara sempurna untuk menyajikan tontonan yang memiliki kwalitas yaitu Slamet Rahardjo, Deddy Mizwar, Tio Pakusadewo, dan Rina Hasyim.

Film ini berhasil masuk 13 nominasi Festival Film Indonesia 2010 juga Film Terbaik.

Mendapat 3 nominasi sekaligus di kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Asrul Dahlan, Jaja Mihardja, dan Tio Pakusadewo) dan berhasil memenangkan kategori Skenario Adaptasi Terbaik, Tata Suara Terbaik, dan Tata Musik Terbaik.

4. Kiamat Sudah Dekat (2003)

Film Deddy Mizwar ini menceritakan berkenaan kisah cinta serta perjalanan spiritual berasal dari Fandy (Andre Taulany) didalam beroleh pujaan hatinya, yaitu Sarah (Ayu Pratiwi), seorang gadis cantik dan berjilbab, putri Haji Romli (Deddy Mizwar).

Dikenal sebagai haji, Romli tidak sudi menikahkan putrinya bersama dengan seorang pria brutal dan buta agama.

Akhirnya, dia menjodohkan putrinya Sarah bersama dengan Farid, seorang pemuda yang masih kuliah di Kairo.

Namun kenekatan Fandy mengakibatkan H. Romli memberinya peluang bersama dengan lebih dari satu syarat yaitu: mesti dapat shalat, mengaji, dan menguasai ilmu ikhlas didalam tempo dua minggu.

Untuk lulus berasal dari persyaratan tersebut, dan H. Romli bilang ‘suer’, selanjutnya Fandy meminta bantuan Saprol untuk mengajarinya shalat dan mengaji.

Dua minggu sesudah itu dia dites oleh H. Romli. Hal ini yang mengakibatkan heran teman dan keluarga Fandy, apa yang berlangsung bersama dengan anak ini, dan bersama dengan bhs diplomatis dia menjawab “Kiamat telah dekat, Men!”.

5. Naga Bonar (1986)

Film Deddy Mizwar ini disutradarai M.T. Risyaf itu menceritakan kisah seorang pencopet asal Medan yang bernama Naga Bonar dan diperankan Deddy Mizwar yang sering terlihat masuk penjara pada waktu penjajahan Jepang.

Meski demikian, Medan waktu itu belum merdeka dikarenakan masih berjuang melawan tentara Belanda, yang inginkan ulang menguasai Indonesia.

Akhirnya, Naga Bonar pun menjadi tentara garis depan didalam perlawanan pada Belanda.

Film ini tidak hanya mengisahkan berkenaan perjuangan melawan Belanda namun juga menceritakan kisah cinta Naga Bonar bersama dengan putri dokter Zulbi bernama Kirana, yang diperankan Nurul Arifin.

Film ini terbilang berhasil sejak awal penayangannya sampai dilanjutkan bersama dengan film Naga Bonar 2 yang dirilis tahun 2007 dan menceritakan kisah Naga Bonar (Deddy Mizwar) yang pergi ke

Jakarta untuk menemui anaknya, Bonaga (Tora Sudiro).

Bahkan, tahun 2008 film Naga Bonar versi rilis ulang yang telah direkam ulang/di-remaster dirilis bersama dengan menampilkan dialog yang direkam ulang oleh para aktor aslinya.

Selain itu, musik pengiring juga direkam ulang, pada lain oleh Singapore Chamber Orchestra yang memainkan ulang lagu Mariam Tomong khas Sumatera Utara.

Related Post