“Karl Denke” Si Kanibal Mengerikan yang Terlupakan

“Karl Denke” Si Kanibal Mengerikan yang Terlupakan post thumbnail image

Karl Denke adalah pembunuh berantai sekaligus kanibal yang beroperasi di wilayah Prussia (Jeman dan Polandia dari tahun 1909 hingga 1924. Ia dikenal sebagai pembunuh dan kanibal dari total 40 korban. Selain mengonsumsi daging korban, ia menjual daging selanjutnya ke pasar setempat bersama mengaku sebagai daging sapi.

Denke lahir di Münsterberg, Silesia, yang dulu dikenal sebagai Kerajaan Prusia(sekarang disebut Ziębice, Polandia), berasal dari keluarga kaya yang bekerja sebagai petani. Di jaman kanak-kanak, Denke terbukti sukar untuk diasuh oleh orang tuanya; terhadap umur dua belas tahun, dia apalagi kabur dari rumah.

Ketika dia lulus dari sekolah dasar, dia mulai magang di bawah seorang tukang kebun, dan lantas memulai hidup sendiri terhadap umur 25 tahun. Pada pas itulah ayahnya meninggal, dan tanah pertaniannya disita alih oleh kakak laki-lakinya dan Denke sendiri belanja sebidang tanah bersama uang dari warisannya. Namun, bertani tidak berlangsung bersama baik untuknya, menjadi dia menjual tanahnya sebagai hasilnya.

Dia selanjutnya belanja sebuah tempat tinggal kecil di area yang saat ini disebut Jalan Stawowa. Sayangnya, tabungan yang tersisa hilang gara-gara inflasi yang tidak terselesaikan yang berlangsung pas itu. Meski terpaksa menjual rumahnya, Denke menampik untuk pindah.

Dia tetap tinggal di sebuah apartemen kecil di sisi kanan lantai basic tempat tinggal dan tetap menempati toko terdekat. Denke segera menjadi kondang di komunitas dan mulai bekerja sebagai pemain organ gereja.

Baca juga:

Review Anime A Silent Voice, Tentang Memaafkan dan Menerima Diri Sendiri

Rekomendasi Film Gangster yang Memacu Adrenalin Penuh

Tanpa motif yang jelas, Denke terlibat terhadap kanibalisme. Ia membunuh korban pertama bernama Ida Launer terhadap tahun 1903. ejak pas itu, ia melanjutkan alur pembunuhannya, merenggut nyawa puluhan orang. Laporan tunjukkan bahwa dia termasuk menyingkirkan daging korbannya bersama menjualnya sebagai daging babi dan / atau mempersembahkan apa yang dia mempunyai di tempat tinggal itu kepada tamu.

Pembunuhannya berakhir terhadap 21 Desember 1924, dikala dia menyerang seorang pria bernama  Vincenz Olivier bersama kapak. Olivier melarikan diri dan mengidentifikasi penyerangnya sebagai Denke kepada kusir bernama Gabriel, yang lantas memanggil pihak berwenang.

Polisi laksanakan penyelidikan terhadap Denke dan mendapatkan dokumen identifikasi untuk dua belas pelancong, beraneka macam pakaian, sepasang drum yang berisi potongan besar daging didalam air garam, beraneka model tulang, dan panci penuh lemak.

Dari kuantitas jenazah, petugas berspekulasi bahwa Denke udah membunuh sedikitnya empat puluh dua korban. Ia ditangkap, dan sehari kemudian, Denke bunuh diri bersama langkah gantung diri di sel penjaranya. Dia berusia 64 tahun terhadap pas kematiannya.

Related Post