Mikhail Popkov, Mantan Polisi yang Memerkosa dan Membunuh Puluhan Wanita

Mikhail Popkov, Mantan Polisi yang Memerkosa dan Membunuh Puluhan Wanita post thumbnail image

Mikhail Viktorovich Popkov adalah pembunuh berantai asal Rusia dan polisi yang bertanggung jawab atas setidaknya tewasnya 24 wanita pada tahun 1992 hingga 2010

Popkov lahir terhadap tanggal 7 Maret 1965. Ia bekerja sebagai polisi sebelum saat kemudian menjadi penjaga keamanan. Ia punya seorang istri dan anak perempuan. Istrinya yang juga bekerja di kepolisian kerap kali membantu urusan pekerjaan suaminya.

Terkait pembunuh, Popkov sudah menargetkan wanita yang menyerupai ibunya. Dendam kepada ibunya datang karena ia kerap dilecehkan di jaman kecil. Selain itu, ibunya yang juga pecandu alkohol kerap kali mabuk sembari menyiksa Popkov.

Dari 1992 hingga 2000, Popkov diduga membunuh hingga 29 wanita. Dia dapat menjemput wanita mabuk yang baru saja keluar meninggalkan bar. Untuk kasus keamanan, Popkov memanfaatkan mobil polisi dan seragamnya menawarkan korban untuk diantar ke rumahnya. Korban tentu saja yakin karena identitas Popkov yang cukup meyakinkan. Setelah masuk ke dalam mobil, Popkov mempunyai korban ke dalam hutan, memerkosa, hingga membunuh.

Baca juga:

Review Film: Siksa Kubur

Review: Green Street Hooligans

Saat membunuh, Popkov menyiksa korban layaknya mencekik, menusuk berkali kali, dan bahkan memutilasi korban hingga tewas. Salah satu korban Popkov yang selamat dari serangannya kemudian sukses mengidentifikasi identitas Popkov. Akan tetapi, polisi pilih untuk mempercayai istri Popkov yang beri tambahan alibi bahwa Popkov tidak bersalah.

Popkov berhenti membunuh sehabis ia terkena sifilis dan kasus disfungsi seksual. Polisi juga beri tambahan label “pembunuh Rabu” kepada pelaku, merujuk terhadap hari kala banyak mayat ditemukan.

Ia ditangkap terhadap tanggal 23 Juni 2012 kala sedang menuju Vladivostok. Ia berencana untuk membeli mobil sehabis sampel DNA nya di check oleh polisi, sejalan bersama 3.500 polisi lainnya. Popkov dicurigai membunuh setidaknya 29 wanita, 25 di antaranya berusia 19 hingga 28 dan empat yang berusia 35 hingga 40 tahun. Semua korban adalah warga Angarsk, Oblast Irkutsk.

Pada Januari 2015, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas 22 pembunuhan dan dua percobaan pembunuhan. Dua tahun kemudian, Popkov mengakui 59 pembunuhan tambahan, jumlah total korban yang melebihi pembunuh berantai Rusia Andrei Chikatilo dan Alexander Pichushkin.

Pada tanggal 10 Desember 2018, ia menekuni persidangan di pengadilan regional Irkutsk di Siberia. Ia dinyatakan bersalah atas 56 pembunuhan dan tiga dugaan pembunuhan. Akan tetapi, persidangan tersebut tidak punya cukup bukti. Hakim persidangan memvonis Popkov bersalah dan ia beroleh hukuman seumur hidup keduanya.

Related Post