Sinopsis The Irishman, Kisah Nyata Pembunuh Bayaran

Sinopsis The Irishman, Kisah Nyata Pembunuh Bayaran post thumbnail image

Film “The Irishman” sudah tayang di Netflix sejak 27 November. Berikut sinopsis film yang disutradarai Martin Scorsese dan menampilkan aksi para pemenang piala Oscar seperti Robert De Niro, Al Pacino, Joe Pesci sebagai bintang utama.

The Irishman merupakan film yang diadaptasi dari buku “I Heard You Paint Houses” karya Charles Brandt. Buku itu mengisahkan kisah nyata kehidupan Frank Sheeran (diperankan Robert De Niro), seorang pembunuh bayaran di New York City terhadap 1970-an yang sangat kecanduan dengan permainan dari situs slot garansi kekalahan 100.

Sebagai penipu dan pembunuh bayaran, Sheeran diketahui bekerja serupa bersama sebagian tokoh paling dikenal di abad ke-20.

Di segi lain, kisah ini terhitung bercerita berkenaan kejahatan terorganisir di Amerika sehabis Perang, di mana terdapat salah satu misteri terbesar yang belum terkendali dalam sejarah, yaitu hilangnya bos serikat pekerja legendaris Jimmy Hoffa (Al Pacino).

Dari suasana tersebut, film ini terhitung tawarkan potret kejahatan terorganisir di lingkungan kerja, persaingan serta koneksi ke politik. Bagaimana perihal itu kemudian dikaitkan bersama pertalian Sheeran, Hoffa dan grup mafia the Bufalino Crime Family bersama salah satu anggotanya, Russell Bufalino (Joe Pesci).

Film yang turut mendapat dukungan aksi sejumlah aktor lainnya seperti Bobby Cannavale, Harvey Keitel, Ray Romano, dan Anna Paquin ini memiliki durasi sepanjang 3 Jam 29 Menit.

“The Irishman” sebelumnya tayang perdana di Festival Film New York terhadap 27 September. Film ini terhitung sempat ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika Serikat mulai 1 November lalu, sebelum akan pada akhirnya ada di sarana streaming terhadap 27 November.

Film ini merupakan rilisan pertama Scorsese sejak “Silence” (2016). Semula, Scorsese bersiap untuk memicu film bersama studio lamanya Paramount, namun anggaran yang meningkat memicu dia kemudian menjualnya ke Netflix.

Teknologi VFX digunakan dalam memproduksi film ini untuk memicu Pacino, De Niro, dan Pesci lebih muda. Hal itu memicu film ini dilaporkan mengeluarkan anggaran hingga US$160 juta (Rp2,26 triliun) sekaligus menjadikan proyek film termahal Scorsese hingga sementara ini.

Related Post