“The Boston Strangler”, Film Historical Pembunuhan Berantai di Boston

“The Boston Strangler”, Film Historical Pembunuhan Berantai di Boston post thumbnail image

Film Boston Strangler diangkat berdasarkan kisah nyata perihal pembunuhan “pencekik” berantai yang berlangsung lebih kurang th. 1962 hingga 1964 di Boston, Amerika Serikat. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Matt Ruskin.

Film Boston Strangler diangkat berdasarkan kisah nyata yang menceritakan perihal dua jurnalis wanita yang bekerja untuk surat kabar Record American Boston, Loretta McLaughlin dan Jean Cole dalam mengutarakan kasus pembunuhan berantai yang menghantui Kota Boston. Kejadian diawali bersama dengan kematian tiga perempuan paruh baya bersama dengan metode sama, yakni pelaku mencekik leher korban bersama dengan stoking kemudian memicu membentuk pita. Akibat tiga pembunuhan yang berturut-turut berlangsung memicu Loretta McLaughlin tergerak untuk menelusuri kasus tersebut.

Loretta McLaughlin dibantu oleh rekan sesama jurnalis wanita di Record American, Jean Cole mulai bergerak mencari-cari Info perihal kematian korban sesudah korban keempat ditemukan. Mereka menghimpun banyak Info untuk tahu latar belakang korban, pola pembunuhan, dan keterkaitan antar korban. Sampai dimana pembunuhan yang mulanya menyasar perempuan paruh baya berubah bersama dengan perempuan muda. Pada titik ini, ke-2 jurnalis ini juga dilanda kebingungan.

Baca juga:

“Killers of the Flower Moon”, Pembunuhan Misterius Suku Indian

Mikhail Popkov, Mantan Polisi yang Memerkosa dan Membunuh Puluhan Wanita

Seiring berjalannya cerita, di th. 1964 ditetapkan indikasi tersangka yang bernama Albert DeSalvo. Ia dicurigai karena rekam jejak sebagai serial killer di negara bagian lainnya. Kemudian, mendekati akhir cerita pihak kepolisian menghindar dua orang lainnya, yakni George Nassar dan Daniel Marsh yang dicurigai terlibat dalam aksi pembunuhan bersama dengan Albert DeSalvo.
Untuk endingnya bisa dikatakan lumayan menggantung untuk menetapkan tersangka utama dalam kasus pencekik Boston. Hal tersebut nantinya dijelaskan secara singkat di akhir film yang mana menampilkan nasib sambungan sesudah indikasi tersangka di tahan. Tak cuma itu, di akhir film pirsawan juga sedikit diberikan nasib Loretta McLaughlin dan Jean Cole pasca kasus pencekik Boston ini.

Alur dalam film ini bisa dikatakan cepat untuk mengkaji kasus pembunuhan berantai tersebut bersama dengan durasi dua jam. Alur yang padat ini seakan mengajak kita selalu fokus lihat sehingga tidak tertinggal sedikit saja adegan atau dialognya. Walaupun alurnya padat dan cepat tetapi penyelesainnya tidak mulai tergesa-gesa.

Efek visual dan tone warna yang suram seakan menyatakan keadaan Kota Boston yang dilanda kecemasan dan kecemasan akibat kasus pembunuhan berantai yang belum menemui titik terang. Dari segi efek suara, tak banyak yang spesial. Hanya saja menambahkan efek nada yang saat adegan menegangkan lumayan menambah tensi tegang penontonnya.

Akting Keira Knightley secara apik memainkan karakter Loretta McLaughlin, seorang jurnalis bersama dengan perspektif tajam dan cekatan. Di segi lain ada Carrie Coon yang tak kalah bagusnya dalam memainkan karakter Jean Cole, jurnalis yang lumayan blak-blakan dan santai dalam meniti pekerjaannya. Tak cuma ke-2 pemeran utama ini, sederet aktor aktris yang memainkan peran pendukung tak kalah bagus dalam melengkapi film.

Dari film Boston Strangler, pirsawan juga diperlihatkan bagaimana perjuangan dua jurnalis wanita ini dalam melawan seksisme pada th. 1960an di Amerikan Serikat yang mana perempuan sering mengalami diskriminasi tipe kelamin. Tak cuma itu saja, pirsawan bakal dibuat geram oleh kinerja kepolisian Boston yang lambat dalam menanggulangi kasus pembunuhan berantai ini. Kinerja yang lambat tetapi juga anti kritik dan terkesan menyepelekan kasus pembunuhan tersebut hingga memakan belasan orang.

Related Post